BALI — Sepanjang sesi, IHSG nyaris menyentuh level terendah harian di 6.642. Level tertinggi intraday sempat dicapai 6.707 pada pagi hari, sebelum tekanan jual menggerus hampir seluruh kenaikan tersebut.
Data perdagangan menunjukkan frekuensi transaksi mencapai 2,17 juta kali. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 317 emiten melemah, 308 menguat, dan 169 stagnan.
Tiga sektor mencatat pelemahan terdalam pada perdagangan kemarin. Sektor kesehatan turun 1,33%, disusul konsumen non-primer 1,22%, dan teknologi 0,95%.
Koreksi di sektor kesehatan dan konsumen non-primer mengindikasikan investor mengurangi eksposur pada saham-saham defensif maupun siklikal sekaligus. Sementara tekanan di sektor teknologi sejalan dengan sentiment wait-and-see pelaku pasar menjelang rilis data ekonomi pekan ini.
Volume perdagangan yang mencapai 34,5 miliar saham menunjukkan aktivitas jual yang cukup deras. Meski demikian, masih ada 308 saham yang mampu menguat, menandakan arus dana tidak sepenuhnya keluar dari pasar.
Rasio saham turun terhadap yang naik sebesar 317 banding 308 mencerminkan pasar berada di zona konsolidasi. Investor cenderung menahan posisi sambil menunggu katalis baru, baik dari dalam maupun luar negeri.
Pergerakan IHSG dalam beberapa sesi terakhir masih dibayangi ketidakpastian global. Pelaku pasar mencermati arah kebijakan moneter bank sentral utama serta perkembangan data ekonomi domestik.
Bagi investor, pelemahan tipis 0,12% dengan nilai transaksi di atas Rp16 triliun menandakan likuiditas pasar masih terjaga. Namun, absentnya sektor penggerak utama membuat indeks sulit menembus level resistance terdekat.
Investasi mengandung risiko.