DENPASAR — Upacara berlangsung di halaman depan Mapolda Bali dengan formasi personel dari berbagai satuan kerja. Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Pasma Royce bertindak sebagai inspektur upacara, didampingi Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Made Astawa.
Peserta apel mencakup pejabat utama (PJU) Polda Bali serta personel dari jajaran satuan. Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun ini mengangkat tema persatuan dan pengabdian kepada bangsa.
Persatuan di Tengah Keberagaman Masyarakat Bali
Peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan, nasionalisme, dan pengabdian kepada bangsa di tengah keberagaman masyarakat. Polda Bali menegaskan komitmennya hadir di tengah masyarakat melalui pelayanan yang humanis.
Selain pelayanan, kepolisian daerah juga menempatkan pengamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sebagai prioritas agar kondisi Bali tetap aman dan kondusif. Pendekatan humanis dan komunikasi terbuka terus didorong untuk membangun sinergi antara kepolisian dan seluruh elemen masyarakat.
Kepercayaan Publik dan Peran Generasi Muda
Semangat Sumpah Pemuda dinilai penting dalam memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri. Polda Bali mengajak generasi muda berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.
Pemuda juga diimbau bijak menggunakan media sosial, menjauhi kekerasan dan perundungan, serta mengembangkan kreativitas melalui kegiatan positif. Imbauan itu menyasar ruang digital yang menjadi keseharian generasi muda Bali.
Kolaborasi Polri, Pemuda, dan Warga
Momentum Hari Sumpah Pemuda ke-98 diharapkan mendorong kolaborasi antara Polri, generasi muda, dan masyarakat dalam menjaga persatuan. Kepolisian daerah menargetkan terwujudnya Bali yang aman, damai, dan harmonis melalui kerja bersama itu.
Peringatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa semangat persatuan yang diwariskan para pemuda Indonesia harus terus diwujudkan melalui tindakan nyata, kepedulian sosial, dan pengabdian kepada bangsa.