Pencarian

Pameran UMKM Disabilitas di Denpasar: Perajin Tunarungu Promosikan Tas Ramah Lingkungan dengan Bahasa Isyarat, Diburu WNA China

Jumat, 21 Agustus 2026 • 17:43:01 WIB
Pameran UMKM Disabilitas di Denpasar: Perajin Tunarungu Promosikan Tas Ramah Lingkungan dengan Bahasa Isyarat, Diburu WNA China
Perajin tunarungu mempromosikan tas ramah lingkungan melalui bahasa isyarat dalam siaran langsung di Pameran UMKM Disabilitas di Graha Nawasena, Denpasar, Jumat (21/8/2026).

Pameran UMKM disabilitas di Graha Nawasena, Denpasar, Bali, Jumat (21/8/2026), menjadi panggung bagi perajin tunarungu untuk memasarkan produk tas ramah lingkungan. Menggunakan bahasa isyarat lewat siaran langsung media sosial, produk tas dengan lukisan bernuansa Bali ini menarik minat WNA, termasuk dari China.

DENPASAR — Jumat (21/8/2026) menjadi hari berbeda bagi para perajin disabilitas di Bali. Mereka tak hanya memajang produk, tetapi juga berjualan secara langsung melalui layar ponsel. Di Graha Nawasena, Denpasar, seorang perajin tunarungu terlihat aktif mempromosikan tas ramah lingkungannya dengan bahasa isyarat di hadapan kamera untuk siaran langsung media sosial.

Produk yang ditawarkan bukan sekadar tas belanja biasa. Setiap tas dihiasi lukisan bernuansa khas Pulau Dewata, menjadikannya cinderamata yang sarat identitas lokal. Cara promosi yang unik ini terbukti efektif menarik perhatian kalangan wisatawan mancanegara (WNA).

Harga Tas Ramah Lingkungan: Rp 15 Ribu hingga Rp 25 Ribu

Pembeli asing, terutama dari China, disebut-sebut menjadi penggemar utama produk ini. Mereka tak ragu memborong tas dengan rentang harga jual Rp 15 ribu hingga Rp 25 ribu per buah. Perbedaan harga tersebut ditentukan oleh tingkat kerumitan lukisan serta ukuran tas yang dipilih.

Pameran ini menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi kreativitas dan semangat wirausaha. Justru, inovasi dalam pemasaran menjadi nilai jual tersendiri yang membuat produk UMKM disabilitas kian dikenal luas.

Siaran Langsung: Jembatan Ekonomi bagi Perajin Disabilitas

Pemanfaatan media sosial dalam siaran langsung bukan sekadar tren. Bagi perajin tunarungu, ini adalah jembatan untuk berkomunikasi dengan pasar yang lebih luas tanpa hambatan. Bahasa isyarat yang digunakan di depan kamera menjadi alat komunikasi universal yang justru menarik simpati dan rasa penasaran calon pembeli.

Kehadiran mereka di Graha Nawasena menunjukkan bahwa inklusivitas ekonomi sedang berjalan nyata di Bali. Kolaborasi antara kreativitas, produk ramah lingkungan, dan adaptasi teknologi menjadi kunci keberhasilan yang patut ditiru oleh pelaku UMKM lain di daerah.

Follow www.lensabali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bali.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks