Pencarian

Shell Siap Kucurkan Investasi Baru di Hulu Migas RI, Fokus ke Wilayah Lepas Pantai

Jumat, 21 Agustus 2026 • 12:07:32 WIB
Shell Siap Kucurkan Investasi Baru di Hulu Migas RI, Fokus ke Wilayah Lepas Pantai
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyampaikan komitmen PT Shell untuk kembali berinvestasi di hulu migas Indonesia, khususnya wilayah lepas pantai.

BALI — Kabar ini pertama kali diungkapkan oleh Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), Djoko Siswanto. Ia menyebut, dalam pertemuan tertutup tersebut, perwakilan Shell menyampaikan komitmennya secara langsung dan meminta dukungan penuh dari pemerintah Indonesia untuk merealisasikan rencana tersebut.

"Manajemen kantor pusat PT Shell menyatakan minatnya kembali berinvestasi sangat serius di hulu migas Indonesia, khususnya di offshore," ujar Djoko dalam keterangannya, Jumat (21/8).

Djoko menambahkan, pihak Shell juga menitipkan salam hormat kepada Menteri ESDM dan berharap agar iklim investasi di tanah air tetap kondusif. "Mereka titip salam hormat buat Pak Menteri dan memohon dukungan dari kita," ungkapnya.

Mengapa Shell Kembali Melirik Indonesia?

Keputusan Shell untuk kembali melirik Indonesia tidak lepas dari potensi besar sumber daya hidrokarbon yang masih tersimpan di wilayah laut dalam. Dengan pengalaman panjang sebagai salah satu pemain global, Shell dinilai memiliki kapabilitas teknologi dan modal untuk menggarap proyek-proyek berisiko tinggi di offshore.

Di sisi lain, SKK Migas saat ini tengah gencar mendorong peningkatan investasi hulu migas melalui berbagai langkah. Beberapa di antaranya adalah penyediaan peluang investasi baru, percepatan proses perizinan, serta penguatan koordinasi dengan para pemangku kepentingan. Langkah ini ditempuh untuk mengejar target produksi minyak 1 juta barel per hari dan gas 12 miliar standar kaki kubik per hari pada 2030.

Jejak Shell di Masela: Pernah Mundur, Kini Kembali?

Kabar ini menarik karena menandai potensi kembalinya Shell setelah sebelumnya memutuskan mundur dari proyek raksasa Abadi Masela di Maluku. Saat itu, Shell melepas seluruh hak partisipasinya (Participating Interest/PI) di blok yang memiliki kandungan gas melimpah tersebut. Alhasil, hak partisipasi itu kemudian diambil alih oleh Pertamina dan Petronas.

Meski sempat hengkang, minat baru ini menunjukkan bahwa Indonesia tetap menjadi destinasi investasi yang menarik bagi perusahaan migas multinasional. Pertemuan antara SKK Migas dan manajemen Shell ini menjadi sinyal positif bahwa persepsi risiko berinvestasi di sektor hulu migas Indonesia perlahan mulai membaik.

Hingga saat ini, belum ada detail lebih lanjut mengenai wilayah kerja atau blok mana saja yang akan digarap oleh Shell. Namun, pernyataan resmi dari SKK Migas ini setidaknya memberikan gambaran bahwa industri hulu migas nasional masih memiliki daya tarik kuat di mata investor global.

Langkah Shell ini juga menjadi ujian bagi pemerintah dalam hal konsistensi kebijakan dan kemudahan berusaha. Jika realisasi investasi ini berhasil, bukan tidak mungkin akan diikuti oleh raksasa energi global lainnya untuk ikut serta dalam proyek eksplorasi besar-besaran di perairan Indonesia.

Follow www.lensabali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: dunia-energi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks