Desainer Honda Ridgeline Akui Model Ini Tak Dirancang sebagai Pikap Murni

Penulis: Haris Maulana  •  Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:53:01 WIB
Desainer Honda Ridgeline generasi pertama, Don Herner, mengungkap sejarah pengembangan model tersebut dalam sebuah wawancara video.

BALI — Honda Ridgeline disebut-sebut bukan proyek pikap sejak awal oleh desainer aslinya, Don Herner, yang mengerjakan generasi pertama model tersebut. Pengakuan itu muncul dalam video wawancara dengan YouTuber Jack Bontatibus yang membahas sejarah unibody pickup kontroversial Honda ini. Herner menyebut proyek tersebut justru lahir dari eksperimen sketsa di studio desain Honda.

Don Herner, desainer Honda yang sudah pensiun dan terlibat pada pengembangan Ridgeline generasi pertama, menyampaikan pernyataan itu dalam video yang kemudian diperhatikan media otomotif The Drive. Ia menyebut Ridgeline bukanlah hasil instruksi dari jajaran eksekutif, melainkan berawal dari kebosanan di studio desain Honda.

Berawal dari Sketsa Iseng di Studio Desain

Setelah mendapat izin dari Dave Marek, penasihat eksekutif R&D American Honda yang sudah lama berkarier, Herner bersama tim desainer mulai membuat sketsa sejumlah kendaraan. Dari fase sketsa awal yang tak terencana itu muncul dua model sekaligus, yakni Ridgeline dan RDX.

Menurut Herner, salah satu manajer pemasaran kemudian melihat hasil kerja tim di lantai bawah studio dan membawa materi tersebut ke hadapan para eksekutif. Dari situ proses pengembangan Ridgeline mulai bergulir di level manajemen.

Tim Desain Bermimpi Ban Off-Road 35 Inci

Para desainer awalnya membayangkan Ridgeline sebagai pikap gagah dengan ban off-road berukuran 35 inci dan velg khusus medan berat. Namun tim engineering Honda punya arah berbeda. Mereka justru ingin memakai roda dan ban lebih kecil, bahkan lebih kecil dari ban section 245 mm dan velg 17 inci yang akhirnya dipakai Ridgeline produksi.

Alasannya teknis. Honda tidak memproduksi transmisi yang cukup kuat untuk memutar roda dan ban berukuran raksasa. Karena itu, secara internal Ridgeline disebut sebagai "advanced capabilities vehicle" alias kendaraan berkemampuan lanjutan, bukan pikap dalam pengertian tradisional.

Target Utama: Ruang Kabin, Bukan Bak Barang

Fokus Honda pada Ridgeline adalah ruang kabin. Herner menyebut target model ini adalah ukuran interior setara SUV, dengan ruang kaki dan jarak antarbaris penumpang yang lebih lega dibanding Toyota Tacoma pada masa itu. Para eksekutif Honda bahkan memeriksa interior lebih dulu sebelum menilai eksterior saat model mendekati tahap produksi.

Pendekatan ini berbeda dari banyak pikap lama yang menomorsatukan bak barang. Ridgeline generasi pertama sempat dikritik karena baknya hanya mampu menahan beban sekitar 1.100 pon. Herner membela konstruksi bak fiberglass yang menurutnya dirancang sangat kuat dan diuji lewat rekayasa berbantuan komputer hingga suspensi tertekan penuh ke tanah lalu kembali normal.

Sempat Dijajaki Kerja Sama dengan Nike

Honda disebut pernah mendekati divisi All Condition Gear (ACG) Nike untuk membangun kerja sama co-branding pada pikap ini. Tim desainer bahkan sempat berkunjung ke markas Nike di Beaverton, Oregon. Kerja sama itu akhirnya tidak terwujud, tetapi Ridgeline tetap bertahan dengan siklus hidup sekitar 20 tahun.

Produksi Ridgeline generasi kedua saat ini sedang dihentikan sementara. Honda bersiap menyiapkan Ridgeline generasi ketiga pada 2028 dengan kemampuan off-road yang lebih besar, berbeda dari arah awal proyek yang justru menjauh dari pakem pikap konvensional.

Reporter: Haris Maulana
Sumber: roadandtrack.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top