Kunjungan Kasih Demokrat Bali ke Yayasan Sayangi Bali, 15 Bayi Terlantar dan Anak Disabilitas Dapat Perhatian

Penulis: Gilang Permana  •  Sabtu, 05 September 2026 | 14:32:32 WIB
Sekretaris DPD Partai Demokrat Bali, I Made Sada, menyerahkan donasi kepada pengurus Yayasan Sayangi Bali di Denpasar Utara, Sabtu (5/9).

DENPASAR — Suasana haru menyelimuti kunjungan jajaran pengurus DPD Partai Demokrat Bali ke Yayasan Sayangi Bali, Jalan Subak Dalem, Denpasar Utara, Sabtu (5/9). Agenda sosial dalam rangka HUT ke-25 Partai Demokrat ini tidak hanya berujung pada penyerahan bantuan, tetapi juga interaksi langsung dengan belasan bayi yang tengah menjalani pengasuhan.

Sekretaris DPD Partai Demokrat Bali, I Made Sada, memimpin langsung rombongan. Ia menyerahkan donasi yang terkumpul dari urunan sukarela pengurus sebesar Rp5 juta, ditambah bantuan pribadinya Rp10 juta serta sejumlah bingkisan untuk kebutuhan anak-anak di yayasan tersebut.

Haru Made Sada Saat Menggendong Bayi Asuh

Momen paling menyentuh terjadi ketika Made Sada terlihat beberapa kali menggendong dan menimang bayi-bayi yang tinggal di yayasan. Politisi asal Bali ini tampak berusaha menahan air matanya saat menyaksikan langsung kondisi anak-anak yang membutuhkan kasih sayang tersebut.

"Kami di sini seluruh jajaran pengurus urunan sukarela untuk bisa berbagi. Jangan dilihat besar kecilnya jumlah, tetapi kepedulian dan doa kami untuk anak-anak terlantar serta yayasan yang sudah dengan niat tulus tanpa pamrih menampung anak-anak ini. Kami sangat salut dan terharu," ujar Made Sada di sela kegiatan.

Lagu dari Anak Disabilitas yang Membungkam Ruangan

Suasana hening seketika menyelimuti ruangan ketika salah seorang anak penyandang disabilitas menyanyikan sebuah lagu di hadapan para tamu dan awak media. Lantunan suara merdu itu membuat sejumlah pengurus yang sebelumnya berbincang ikut terdiam dan tak kuasa menahan haru.

Momen tersebut menjadi pengingat bahwa di balik keterbatasan fisik, anak-anak asuhan yayasan tetap memiliki harapan dan bakat yang layak mendapat dukungan. Kehadiran para tamu dinilai menjadi pesan bahwa kepedulian bisa dimulai dari hal sederhana, seperti mendengar dan memberikan perhatian.

12 Tahun Yayasan Menampung Bayi yang Ditelantarkan

Ketua Yayasan Sayangi Bali, Dewa Putu Witara, menceritakan bahwa lembaganya telah berdiri sekitar 12 tahun. Pendirian yayasan berawal dari keprihatinan pribadinya saat masih bekerja sebagai pemandu wisata dan kerap menemukan bayi yang dibuang oleh orang tuanya.

"Kami di sini menampung bayi-bayi yang sudah terlantar. Ada kisaran 90 bayi yang pernah kami rawat di sini dengan tenaga perawat yang memang membidangi dan paham tentang bayi. Kini masih ada 15 bayi, dua di antaranya anak disabilitas," ungkap Dewa Putu Witara.

Menurutnya, bayi-bayi yang dirawat umumnya ditemukan dalam kondisi terlantar atau sengaja ditinggalkan orang tua, termasuk di sejumlah rumah sakit di Bali.

Rangkaian Aksi Sosial Jelang HUT Demokrat

Kegiatan di Yayasan Sayangi Bali merupakan bagian dari rangkaian aksi sosial yang digelar partai berlambang mercy tersebut. Sebelumnya, jajaran pengurus juga telah melaksanakan donor darah di Sekretariat DPD Partai Demokrat Bali, kawasan Renon, serta aksi bersih-bersih pantai yang berlangsung di sejumlah kabupaten dan kota di Bali.

Bagi anak-anak di yayasan, nilai yang paling berarti dari kunjungan ini bukanlah nominal rupiah yang diserahkan. Kehadiran orang-orang yang bersedia berhenti sejenak untuk menyapa, memeluk, dan mendengarkan mereka adalah bentuk kasih sayang yang tidak ternilai harganya.

Reporter: Gilang Permana
Sumber: lenteraesai.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top