DENPASAR — Memasuki pekan ketiga Agustus, dinamika atmosfer di wilayah Bali masih cukup aktif. BMKG memprakirakan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang berpeluang terjadi di sejumlah wilayah kabupaten pada Jumat (21/8/2026).
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan pada sore hingga malam hari diimbau untuk waspada terhadap potensi genangan air serta pohon tumbang akibat angin kencang.
Berdasarkan informasi yang dirangkum dari laporan Data Indonesia.id, potensi hujan dengan kategori sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di tiga kabupaten. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Buleleng, Kabupaten Bangli, dan Kabupaten Karangasem.
Ketiga wilayah ini secara geografis berada di bagian timur dan utara Pulau Bali yang memang kerap menjadi pusat pertumbuhan awan konvektif ketika musim peralihan. Kondisi ini berbeda dengan kawasan perkotaan seperti Denpasar dan Badung yang diprediksi cenderung berawan tebal pada pagi hari.
Untuk memberikan gambaran lebih jelas bagi warga, berikut rincian prakiraan cuaca yang perlu diperhatikan sebelum memulai aktivitas:
Aktivitas gelombang atmosfer yang terpantau di sekitar wilayah Bali Selatan menjadi pemicu utama terbentuknya awan-awan hujan yang cukup masif. Kelembapan udara yang tinggi turut memperbesar peluang terbentuknya awan Cumulonimbus yang identik dengan fenomena petir.
BMKG mengimbau nelayan dan masyarakat pesisir agar memperhatikan kecepatan angin yang diprediksi berkisar antara 10 hingga 30 kilometer per jam. Sementara itu, tinggi gelombang laut di perairan utara dan selatan Bali diperkirakan mencapai 1,25 meter.
Masyarakat yang hendak bepergian, terutama menuju kawasan wisata pegunungan seperti Kintamani atau Bedugul, diimbau untuk selalu membawa perlengkapan hujan dan berkendara dengan kecepatan rendah saat jalanan licin. Untuk informasi terkini dan lebih detail, BMKG terus memperbarui data setiap tiga jam melalui kanal resmi dan aplikasi infoBMKG.