NTT Jadi Tujuan Menteri PU Dody Hanggodo, Bawa 50.000 Paket Sembako Presiden Prabowo Subianto

Penulis: Gilang Permana  •  Senin, 17 Agustus 2026 | 00:59:31 WIB
Menteri PU Dody Hanggodo bersama rombongan bertolak ke NTT membawa 50.000 paket sembako bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk masyarakat terdampak gempa.

JAKARTA — Boeing 737 milik TNI Angkatan Udara disiapkan untuk memberangkatkan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo dan rombongan dari Halim Perdanakusuma menuju Labuan Bajo, NTT, pada Sabtu (15/8/2026) malam.

Penerbangan ini merupakan respons cepat pemerintah pusat menyusul bencana gempa bumi yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.

Rombongan membawa amanah Presiden Prabowo Subianto berupa 50.000 paket sembako untuk masyarakat terdampak, yang rencananya disalurkan melalui Maumere, NTT.

Selain Menteri Dody, ikut serta dalam penerbangan itu Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri, Kepala BNPB, Wakil Menteri Kesehatan, dan Wakil Menteri Sosial, serta perwakilan Pertamina.

Kehadiran lintas kementerian dan lembaga ini ditujukan mempercepat penanganan kebutuhan masyarakat sekaligus pemulihan layanan dasar di wilayah terdampak.

Sebelum berangkat, Menteri Dody sudah menginstruksikan jajaran balai di NTT agar meningkatkan kesiapsiagaan dan memberi dukungan penuh dalam penanganan pascabencana.

"Kesiapan personel, alat berat, serta koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi bagian penting untuk memastikan infrastruktur yang terdampak dapat segera dipulihkan," kata Menteri Dody.

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT sejak pagi bergerak memantau dan menangani titik longsoran di ruas jalan nasional. Laporan sementara mencatat tiga ruas terdampak: Ruteng–Km 210 (tiga titik), Km 210–Batas Kabupaten Manggarai (satu titik), dan Aegela–Batas Kota Ende (delapan titik), dengan loader serta excavator sudah dikerahkan agar akses tetap fungsional.

Di sisi lain, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II memeriksa Bendungan Napungete dan Bendungan Waerita di Kabupaten Sikka, serta Bendungan Mbay di Kabupaten Nagekeo. Kondisi visual ketiganya dinilai baik, sementara pemeriksaan struktur lebih detail masih berjalan.

Kerusakan ringan turut ditemukan pada Bendung dan jaringan Daerah Irigasi (DI) Waelaku di Kabupaten Manggarai Timur, berikut longsoran yang menutupi saluran sekunder.

Koordinasi lintas kementerian dengan pemerintah daerah dan BNPB terus dilakukan, sementara pendataan kondisi jalan, jembatan, infrastruktur air, dan fasilitas publik masih berlangsung di lapangan.

Gempa magnitudo 7,7 tersebut mengguncang Sabtu pukul 04.58 WIB dengan pusat gempa 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 10 kilometer. Peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan diakhiri BMKG pukul 09.00 WITA setelah tidak terpantau ada gelombang tsunami.

Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Nagekeo, dan Sikka tercatat sebagai wilayah terdampak sementara, dengan proses verifikasi masih berlangsung.

Reporter: Gilang Permana
Back to top